Rabu, 02 November 2011

Menjemput Impian bersama KLa Project

Di akhir dekade 80'an, grup band ini berdiri dengan musik pop disconya. Dengan lirik yang puitis serta aransemen yang bagus menjadi ciri khas dari grup band yang berpersonelkan Katon Bagaskara pada vokal, Adi Adrian pada keyboard, dan Romulo Radjadin pada gitar. Tahun 1989 KLa Project mengeluarkan single perdana 'Tentang Kita'. Dan selanjutnya, KLa Project mengeluarkan hits - hits yang dikenal baik oleh masyarakat seperti 'Semoga', 'Terpurukku disini', 'Sudi Turun ke Bumi', dan lagu legendaris tentang daerah bernama 'Yogyakarta'.

Di awal 2000an performa mereka sedikit menurun dan sempat vakum. Namun, kini mereka kembali 'Menjemput Impian' melalui lagu - lagunya di tahun 2011. 'Revolusi Disko' dan 'Hidup adalah Pilihan' menjadi single yang diberikan mereka kepada para penikmat musik yang pastinya telah berbeda dengan penikmat musik pada zaman mereka. Namun para penggemar tampaknya masih tetap 'Tak Bisa Ke Lain Hati' dalam mendengarkan karya - karya dari mereka bertiga. Sesuai dengan judul lagu mereka, nampaknya mereka masih 'Menjemput Impian' dalam bertahan hidup di kancah permusikkan Indonesia.

Indah larik pelangi seusai hujan membuka hari
samar dirajut mega garis wajahmu lembut tercipta
telah jauh ku tempuh perjalanan
bawa sebentuk cinta menjemput impian
desau rindu meresap kenangan haru ku dekap
semakin dekat tuntaskan penantian
kekasih aku pulang menjemput impian
kau dan aku jadi satu arungi laut biru
takkan ada yang kuasa mengusik haluannya
kau dan aku jadi satu sambut datangku
sekian lama waktu telah mengurai makna
cinta kita gemerlap terasah masa
kan ku buat prasasti dari tulusnya janji
walau apa terjadi tetap tegak berdiri
kau dan aku jadi satu arungi laut biru
takkan ada yang kuasa mengusik haluannya
kau dan aku jadi satu bersama kita jemput impian



Begitulah ..

Setiap kisah makhluk berpasangan memiliki romansa yang mengesankan dalam hidupnya. Terutama pada saat melewati fase yang namanya sebuah perpisahan. Perpisahan mungkin bisa menjadi hal yang sangat menyenangkan bagi seseorang, saat dia merasakan bahwa sebuah perpisahan merupakan jalan yang tepat untuk memasuki jalan yang lain. Para playboy atau playgirl contohnya. Mereka bergonta ganti putus dengan pasangan untuk meminang pasangan yang lain. Istilahnya, melepaskan ikan yang kecil untuk mendapatkan ikan yang lebih besar. Seperti itulah. Ada juga para pengejar karier. Dia lebih memilih mengorbankan pasangannya dijadikan tumbal demi menyelamatkan aktivitas yang biasa dijalaninya. Dengan begitu, dia lebih fokus dan all out dengan apa yang dijalani ketimbang mendengarkan rengekan pasangannya. Masalah rasa empati atau kasihan terhadap yang ditinggalkan ?  Entahlah. Semoga saja mereka masih punya rasa bagi mereka yang ditinggalkan.

Beda istilah dengan mereka yang merasakan bahwa sebuah perpisahan merupakan hal menyedihkan bagi dirinya. Mereka biasanya bisa bertahan karena kenangan dan rasa cinta yang membuatnya bisa setia. Tetapi apa daya rumus dunia bahwa semua harus berpisah –menurut bang Rhoma Irama—berbunyi demikian. Takdir tak bisa dihindari. Mereka meninggalkan atau ditinggalkan oleh pasangannya. Mau tak mau. Suka tak suka. Senang tak senang. Harus dijalani. Ada yang menjalaninya dengan kesendirian hingga akhir hidupnya. Ada juga yang menjalaninya dengan mencari pasangan lain demi menghapus bayang – bayang yang ditinggalkan. Itupun pasangan pengganti tidak beda jauh dengan pasangan yang biasa menemani hidupnya. Hampir mirip dari sifatnya, kelakuannya, atau parasnya.

Memang dunia itu kejam. Dunia menciptakan cinta, tetapi dunia juga memproduksi benci. Menciptakan pertemuan, namun juga membuat perpisahan. Yang terjadi memang telah terjadi. Entah itu akan kembali lagi dalam bentuk yang sama maupun tidak. Bagaimanapun, semua itu hanya sebuah cerita. Cerita tentang meninggalkan dan yang ditinggalkan.

Kamis, 18 Agustus 2011

Bayang Bayang Ilusi

Saat bermimpi. Ada saja yang selalu kita bayangkan. Semua angan kita bekerja. Membayangkan apa yang sudah terjadi. Momen detik demi detik. Detail yang sangat detail. Sebuah peristiwa yang dapat terulang dari dalam otak kita. Sangat detail.

Selain itu bisa juga untuk berkhayal masa depan. Sebuah masa yang belum pernah terjamah, diketahui, dan diprediksi oleh setiap manusia. Dan itu menjadikan masa depan menjadi sebuah ilusi.

Lagu Anggun C. Sasmi membawa kita kembali ke sebuah mimpi. Untuk melupakan semua yang ada, me'masa bodoh'i semua masalah, mem'persetan'kan semua tingkah laku manusia yang hanya bisa menyiksa batin orang lain. Sebuah masa untuk bermimpi. Sehingga kita terlena untuk menjadi seorang pemimpi. Dan pertanyaanya adalah: Apakah semua mimpi menjadikan semua peristiwa seperti bayang bayang ilusi ?

Kala mataku terpejam
Sunyinya malam
Kala hasratku membara
Khayal smakin tinggi

Seribu asa hadir di sekililingku
Bangkitkan gairah hidup
Sejuta harapan di dalam jiwaku
Walau semua masih di dalam angan

Jurang curam menghadangku
Getarkan jiwa
Dan pekatnya kegelapan
Datang melanda

Keraguan kini menjelma di dada
Musnahkan segala asa
Semua harapan yang dulu pernah ada
Tiada tersisa

Haruskah ku hidup dalam angan - angan
Merengkuh ribuan impian
Haruskah ku lari dan terus berlari
Mengejar bayang - bayang ilusi

Bayangan ilusi
Hanya fantasi
Bayang ilusi

Haruskah ku hidup dalam angan - angan
Merengkuh ribuan impian
Haruskah ku lari dan terus berlari
Mengejar bayang - bayang ilusi
Merengkuh ribuan impian
Haruskah ku lari dan terus berlari
Mengejar bayang - bayang ilusi

Bayangan ilusi
Hanya fantasi
Mengejar ilusi
Terus berlari
Bayang ilusi 

Jumat, 08 Juli 2011

Bendera Putih

Rasa sayang itu sebenarnya masih ada. Meski rasa sayang itu sekarang tidak semurni bensin yang dijual di warung - warung emperan jalan dan biasanya tertulis 'Cintamu tak semurni bensinku'. Rasa rindu juga sebenarnya tidak perlu ditanya lagi. Meski rasa benci terkadang hadir dalam rasa rindu tersebut, walaupun porsinya sedikit. Dan mungkin bisa saja berpengaruh atau mungkin tidak. Dan perlu kau tahu, kadang semua rasa itu seperti tersuntik di dalam obat bius yang bisa mengubah diri kita menjadi tak berdaya dan hanya bisa merasakan, mengeluh, atau lebih tepatnya dalam bahasa manusia zaman ini adalah : Galau !

Dan hati ini pun mungkin tidak bisa menipu diri sendiri. Memang semua rasa ini membuat saya seperti ini. Terkadang mudah berubah seperti berubahnya manusia biasa menjadi ksatria baja hitam atau mungkin menjadi babi ngepet yang sedang mencuri celana dalam siskamling. Tetapi apapun itu, memang semua itu pada intinya hati ini hanya ingin jujur.

Sebenarnya saya sudah muak dengan semua emosi ini. Saya ingin sekali menyerah dalam rasa apatis. Mungkin dia bisa berapatis berlama - lama, karena memang dia fokus dalam kesibukannya. Sementara saya ? Mungkin hanya menjadi korban perasaan diri saya sendiri. Merindu tapi menggerutu. Mencintai tapi membenci. Menjadi sebuah ironi dalam diri ini. Tapi apakah dia mempunyai rasa yang sama ? Entahlah .. Yang penting saya sudah mengutarakan semua isi hati ini. Entah dia melihat atau tidak, merasakan atau tidak, menangisi atau tidak. Entahlah ..

Ini hanya curahan hatiku. Entah kau akan seperti apa atau bagaimana. Terserah. Saya sudah muak dengan perasaan ini. Mungkin sebentar lagi, bendera putih kan berkibar di hatiku. Aku berharap, romansa masa lalu bisa terulang kembali. Entah kapan ...




Kamis, 07 Juli 2011

Antara Cinta dan Tai Kucing

"Kalo cinta sudah melekat. Tai kucing rasa cokelat."

Kemesraan kucing .. Janganlah cepat berlalu ..
Mungkin jokes ini sangat tepat bagi para makhluk Indonesia yang sedang merasakan indahnya cinta terutama saat pada awal - awal masa percintaan. Rasa sakit akan berubah menjadi manis, saat merasakan cinta. Rasa perih di hati seolah terobati, saat merasakan cinta. Rasa nafsu makan yang berkurang akan berubah menjadi lahap meski tidak meminum temulawak, saat merasakan cinta. Rasa takut untuk BAB di toilet yang bau dan gelap akan berubah menjadi nyaman dan betah untuk berlama - lama, saat merasakan cinta. Rasa malas untuk membalas Handphone yang berdering karena SMS atau telpon menjadi rajin menunggu balasan darinya, saat merasakan cinta. Dan semua hal - hal yang rasional akan berubah menjadi irasional, saat merasakan cinta. Maka dari itu, tampaknya pemerintah Indonesia perlu menambah Rumah Sakit Jiwa untuk menangani para manusia - manusia yang menderita 'gila sementara'.

Tapi, bagaimana jadinya dengan manusia Indonesia yang kembali 'normal' ? Pastinya para manusia 'normal' itu sudah mengetahui cokelat telah 'expired' dan berubah menjadi tai kucing kembali. Dan kehidupan kembali normal seperti semula ditambah rasa sakit di hati. Entah terkena hepatitis atau penyakit lain yang menyerangnya.

Memang cinta itu terlalu banyak contoh untuk diibaratkan. Bisa saja cinta seperti sebuah odong - odong yang menempuh perjalananan jauh dan akhirnya diserbu laskar bocah ingusan. Bisa saja cinta seperti celana dalam favorit yang saat melepasnya untuk dicuci memerlukan tetes air mata. Bisa saja cinta seperti seekor celeng yang tanpa tedeng aling - aling menyeruduk apa saja, atau memakan apa saja tanpa tahu makanan itu halal atau haram. Dan intinya cinta itu sebuah rasional yang bisa menjadi irasional. Dan entah sampai kapan rasa irasional berubah lagi seperti semula. Mungkinkah waktu, hati, dan alam ini yang akan menjawabnya ? Entahlah ..

Sabtu, 25 Juni 2011

Sebelum Kupergi

Setidaknya kuberdoa
Untuk bisa merubah realita
Mengubah neraka kembali menjadi niwana
Membuat maya menjadi nyata
Tapi apakah bisa ?

Mereka masih berlari
Meninggalkan yang lain tanpa peduli
Membiarkan yang tertinggal segera mati
Tetap saja mengejar ambisi
Lalu apa yang kau cari ?

Semoga mereka mengerti
Apa yang ada dirasakan oleh hati
Para manusia ironi
Yang terhunus kejamnya duniawi
Semoga ini bukan sekadar ilusi

Selasa, 21 Juni 2011

Iwan Fals - Sang Orator yang Romantis

Wajahnya semakin tua, terlihat keriput sudah menghiasi keningnya. Kumis tipis yang menjadi idaman kini telah tiada di wajahnya. Rambut hitam panjangnya yang terurai sekarang berubah menjadi putih dengan potongan sebahu. Tubuhnya yang dulu kekar tegap dan macho karena sering memakai singlet hitam kini berubah dengan memakai kaos abu-abu tanpa merk. Matanya yang tajam kini tertutup kacamata. Dan sikapnya yang dulu sedikit urakan kini menjadi sosok kalem. Zaman telah mengubahnya menjadi sosok yang lain.

Tetapi suara lantangnya masih bisa meneriakkan ketidakadilan di negeri ini. Walaupun suaranya sekarang lebih berat tidak seperti dulu yang agak cempreng tetapi dia tetap berwibawa dalam melantunkan melodi - melodinya. Gitarpun masih menemaninya dalam bercerita. Tentang ketidakadilan, realita yang ada di negeri ironi, mimpi para penghuni negeri, maupun kisah asmara sepasang manusia. Dia masih seperti yang dulu.

Kini sang legenda masih berkarya. Dan kini dia menjadi seorang pendakwah. Sosok yang mungkin sebagian orang sangat berbeda dari dirinya yang dikenal sebagai orator. Tetapi semua itu bisa terjadi. Dan sekarang sang legenda semakin dekat dengan Sang Pencipta tanpa kehilangan jatidirinya sebagai seorang orator yang romantis.

Dan ketika saya menulis ini, dia seakan bercerita kepada saya. Tentang kehidupan agar bisa meraih mimpi. Walaupun dunia seolah masa bodoh dengan mimpi kita. Kita (setidaknya) masih bisa berharap dan jalani saja.

"Sepinya waktu kala sendiri. Sambil berbaring meraih mimpi.
 Kutanya langit, langit tak peduli. Sebab esok pagi kembali."
 (Iwan Fals feat. Franky Sahilatua - Orang Pinggiran)

Minggu, 19 Juni 2011

Life is Cruel !

Sepertinya sangat mudah bagi orang - orang yang mendapatkan kebahagiaan melampiaskan kesenangannya. Bagaikan selebrasi saat mencetak gol, mereka sangat ekspresif dalam melampiaskan rasa bahagia setelah membobol gawang lawan. Ada yang berguling, berteriak, tiduran di lapangan, melepas bajunya, atau mungkin tidak merayakan sama sekali --tanpa ekspresi. Tak peduli perasaan lawan setelah kebobolan. Dan memang, siapa yang peduli dengan itu.

Begitu juga dengan sebuah --saya anggap-- keberuntungan atau keberkahan lah istilahnya. Tentu yang mendapatkan itu biasanya akan melakukan selebrasi. Entah dengan cara apa. Sementara yang tidak mendapatkannya tentu pasti ada rasa gusar, kecewa, sedih, bahkan marah. Dan pastinya hati akan tambah panas jika ada yang 'mengompori'. Memang tidak bermaksud menghina, tetapi siapa tau sih hati orang ? Mereka memang punya hak untuk merayakan, tetapi apakah tega bila kita merayakannya di depan orang yang tidak merasakan hal yang sama ?

Hidup terkadang tidak adil bahkan hidup itu sangat kejam. Tidak ada yang bisa membantu kecuali Yang Di Sana. Kalau kita terjatuh, siapa yang akan menolong ? Paling kita akan terlindas oleh deru lari para pengejar mimpi. Terlindas dari teman yang berubah menjadi kawan. Ini bukan egois tetapi ini yang dinamakan kompetisi. Dan pada akhirnya lari kita akan berakhir saat kita sudah pantas untuk mendapatkan garis finish kehidupan yang telah ditentukan-Nya. Tetap semangat kawan. Masih banyak manusia disekitarmu yang bernasib sama. Seperti saya.

Selasa, 14 Juni 2011

Just for a Minute, Please

Penyakit galau saya kumat pada malam ini. Entah kenapa mungkin waktu terlalu cepat untuk berbicara. Atau mungkin keadaan situasi kondisi yang nyatanya begitu menyita dan menyiksa waktu antara saya dengan dia. Dan memang begitulah realita sekarang. Saat rasa ego dimiliki oleh masing - masing, pasti tidak akan ada jalan yang pas untuk menyelesaikannya. Tapi justru rasa ego adalah 'bumbu' tambahan agar hidup ini mempunyai cita rasa yang indah untuk dirasakan.

Terkadang pula kita sering mengagungkan romansa masa lalu yang selalu saja menghinggapi para manusia galau.  Saat asyik - asyiknya menjalani. Saat rasa kangen masih tidak terbendung. Saat denting piano masih membuat rasa rindu bertambah parah. Tapi apalah arti romansa masa lalu jika itu tidak (atau tidak akan mungkin) bisa terulang kembali ?

Sepertinya jalan ini sudah hampir sampai pada tanjakan dan turunan yang tajam. Tetapi langkah kaki harus tetap bisa berjalan dan mengalir apa adanya hingga sampai pada tempat yang kita inginkan. Dan saat saya menulis ini, lantunan suara Ari Lasso mengalun jernih bersama denting piano Ahmad Dhani pada lagu 'Cintakan Membawamu' pada malam ini. Lagu yang menceritakan seorang kekasih yang berharap pujaan hati menemaninya walau hanya sebentar saja. Klise dan menye menye memang. But, i think this song is very extraordinary for my soul. 

Tiba saat mengerti
Jerit suara hati
Yang letih meski mencoba
Melabuhkan rasa yang ada
Mohon tinggal sejenak
Lupakanlah waktu
Temani air mataku, Teteskan lara
Merajut asa, Menjalin mimpi
Endapkan sepi - sepi
Cinta'kan membawamu...
Kembali disini, Menuai rindu
Membasuh perih
Bawa serta dirimu...
Dirimu yang dulu
Mencintaiku apa adanya...
Saat dusta mengalir
Jujurkanlah hati
Genangkan bathin jiwamu
Genangkan cinta
Seperti dulu Saat bersama
Tak ada keraguan...


Senin, 13 Juni 2011

Kupu Kupu Hitam Putih

Mereka lahir dengan proses. Tumbuh bersama keadaan dan seiring berjalannya waktu. Dan kemudian menjadi sesuatu yang berarti. Mereka akan terbang dan menari dengan sendirinya. Mencari keadaan yang sesuai dengan dirinya. Mereka akan mencari tempat untuk singgah dan hingga akhirnya untuk beristirahat selamanya. Dan semua itu berjalan dengan apa adanya. Seperti kupu - kupu hitam putih.

Lagu dari Iwan Fals menemani malam ini. Merefleksikan kehidupan dan keadaan ini seperti kupu - kupu hitam putih. Dan pelajaran yang bisa kuambil ialah:
"Kita sebagai manusia terkadang masih perlu banyak belajar. Bahkan kita juga harus banyak belajar dari makhluk yang (katanya) tak berakal."
Menunggu matahari terbit dimusim hujan
Mendung menjadi teman ada juga keindahannya
Butir embun yang ada di daun bagai intan berlian
Lebih riang ia berkilauan karena matahari tertutup awan

Iri aku menyaksikan itu tapi kutekan aku harus bersyukur
Berguru pada kenyataan pada makhluk tuhan yang katanya tak berakal

Suara burung di dahan nyanyian alam
Bekerja ia mencari makan ada juga yang membuat sarang
Iri aku menyaksikan itu tapi kutekan aku harus bersyukur
Berguru pada kenyataan pada makhluk tuhan yang katanya tak berakal

Kupu-kupu hitam putih terbang di sekitarku
Melihat ia menari hatiku terpatri
Sepasang merpati bercumbu di balik awan
Kemudian ia turun menukik sujud syukur pada-Nya

Mendung datang lagi setelah hangat sebentar
Butir embun hilang aku jadi termenung
Mencari pegangan mencoba untuk bersandar
Langit makin hitam aku jadi berharap pada hujan

Kupu-kupu hitam putih terbang di sekitarku
Melihat ia menari hatiku terpatri
Sepasang merpati bercumbu di balik awan
Kemudian ia turun menukik sujud syukur pada-Nya